Posts Tagged ‘pengusaha sukses’


Jumlah pengurus bertambah 75 persen.

Jajaran pengurus DPP Orshid periode ke-III masa bakti 2012 hingga 2016 kali ini tampak sedikit “gemuk” dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya. Pada masa kepengurusan sebelumnya yang juga dipimpin oleh Ketua Umum Drs. Ris Suyadi jumlah awak hanya sekitar 40-an. Kali ini tercatat 65 pengurus menduduki kursi DPP Orshid, belum lagi ditambah 5 pioner yang duduk di dewan ketahananan. Total keseluruhan ada 70 awak.

Dengan bertambahnya pasukan sebesar 75 persen  itu, sang Ketua Umum berharap perjuangan dalam  memenangkan terwujudnya visi misi Orshid itu semakin ringan, lancar dan sukses. Bukan sebaliknya. “Mudah mudahan setelah dilantik sesuai dengan harapan kita semua, pengurus bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan amanah Munas,” harap Ris Suyadi.

Lahirnya dewan ketahanan ini telah menggesar adanya dewan pakar yang ada sebelumnya. Berbeda dengan dewan pakar yang bekerja untuk memberikan pemirikan-pemikiran kepada organisasi, dewan ketahanan lebih fokus pada urusan penunjang. Dipimpin oleh H. Fuad Sanusi warga Shiddiqiyyah asal Gresik Jawa Timur, dewan ini beranggotakan empat orang pengusaha sukses. Gunawan Wibisono (Malang), Syaifu Rohman (Banjarmasin) Jolik Siwi (Pati) dan Drs. Fathurrohman (Jombang). Drs. Ris Suyadi sendiri menegaskan tidak bisa sembarangan orang bisa duduk di kursi dewan ketahanan ini.  “Namanya dewan ketahanan saya yakin beliau-beliau ini betul betul orang yang kuat dan tahan. “Artinya kuat dan tahan mendampingi DPP Orshid dan seluruh progam-progam yang sudah ada,” ungkapnya.

Kesiapan dewan ketahanan dalam mengawal program-program Orshid ini tampaknya juga sudah disadari oleh sang dewan.  Ketua  Dewan Ketahanan DPP Orshid H. Fuad mengatakan bahwa medan perjuangan kedepan memang lebih pelik. “Kondisi akan lebih sulit dibandingkan kejadian yang telah kita lewati,” katanya. Organisasi Shiddiqiyyah harus lebih hidup dan ia mengajak untuk saling berlomba-lomba dengan bergandengan tangan. “Semuanya siap,” tandasnya.

Seiring dengan lahirnya dewan ketahanan dalam stuktur baru kepengurusn DPP Orshid kali ini, bertambah pula dua departemen baru dan lima kursi bidang lain di jajaran pengurus inti. Yaitu; ketua, protokoler dan bendahara. Dulu di bawah ketua umum hanya ada ketua 1, ketua 2 dan ketua 3 sekarang bertambah ada ketua 4. Bertambah pula di bawah sekretaris Jendral, dua personil protokoler dan dua bendahara yang sebelumnya juga tidak ada. Sementara itu dua departemen baru: Hiznul Aman dan Departemen Program khusus juga memilki sub departemen yang banyak. Departemen Hiznul Aman memiliki empat sub. departeman: operasional, PAM, logistik dan personalia. Kemudian Departemen Program khusus ada tiga: Fasilitasi pragam JM 2000, Kebangkitan tahun baru hijriyyah dan pembangunan sarana prasarana Orshid. Program khusus ini mengacu kepada hasil Musyawarah Nasional ketiga lalu.

Lengakplah, kini DPP Orshid memiliki 8 departeman yang sebelumnya hanya 6 depertemen. Departemen Organisasi ketua Ir. Ismu Zulfikar, MM (Depok), Departemen Data dan Informasi ketua Chozinuddin (Salatiga), Departemen Hubungan Antar Lembaga ketua Drs. Ismu Samsudin (Pekalongan) dan Departemen Kemakmuran ketua Danudi (Sidoarjo).  Kemudian Departemen Hukum ketua Tuti Eltiati, SH (Sleman). Departemen Hishnul Aman Shiddiqiyyah Kepala Muji Slamet, SH, M.H (Sidoarjo), Departemen Pendidikan ketua DR. Ir. Waluyo Edi Susanto, M.Pt (Malang) dan terahir Departemen Program Khusus ketua Ir. Setyo Poernomo (Surabaya).

Orang bilang gemuk belum tentu sehat, sehat juga belum tentu gemuk. Tapi untuk organisasi sehat dan gemuk bisa jadi ideal. Butkinya gemuknya organisasi DPP Orshid dalam waktu singkat sebelum dilantik juga telah berhasil menghimpun dana hampir  Rp 2 milyar untuk persiapan program kemakmuran dengan membentuk koperasi.*

Article source: http://alkautsar.co/?p=1284

Danem hasil Ujian Nasional yang selalu perjuangkan “mati matian” oleh siswa sekolah dan para guru sebenarnya tak begitu berarti, demikian d katakan oleh Dr. Bambang Triono dalam sebuah pelatihan wirausaha yang di selenggarakan oleh Kadin Jombang dan STIE Dewantara Jombang, senin 15 J Ahir 1433 (07052012).

“Ketika saya di Jerman, tidak ada perusahaan itu yang mencari karyawan karena nilai dan ijasah, tidak ada.” Yang ditanyakan itu keahlian” katanya lantang.

Dr. Bambang menilai mainsaite bangsa, khususnya generasi muda ini perlu d ubah. “Karena mainsite yang salah inilah membuat bangsa kita ini terus terpuruk,” katanya lagi.

Setelah lulus, anak-anak sekolah itu kesana kemari membawa ijasah untuk mencari kerja, kebanyakan cita-citanya menjadi pegawai negeri.

“Ini jiwa-jiwa yang kerdil, tidak ada kemandirian, jarang yang berfikiran untuk menjadi pengusaha sukses, inginnya menjadi pegawai,” tambah Doktor yang melepas baju dinasnya dan menekuni wirausaha ini.

Masih menurut pria yang 30 tahun pernah menjadi PNS ini kalau mainsite ini terus dibiyarkan kedepan bangsa ini akan makin terpuruk. “Jika bisa hanya menjadi bangsa jongos.”

“Lihatlah, freeport, exxson mobil, unilever, wings dan lain-lain. Semua mengusai bangsa kita, lalu kita hanya menjadi pekerja-pekerja dan tidak jadi pemilik, ini kesalahan pendidikan kita,” papar pria asal Malang Jawa Timur ini. Sekali lagi Bambang mengajak untuk merubah dari pekerja menjadi wirausaha mandiri.*

Article source: http://alkautsar.co/?p=1244



Jika anda ingin memeiliki usaha sampingan, dengan modal awal kecil, penghasilan rutin dan aman yang satu ini bisa anda coba. Siapa tahu bintang kemujuran Anda justru berada disini.  Seperti pengusaha sukses, warga Shiddiqiyyah  Mojokerto  yang omsetnya ratusan juta ini.

 Tak bisa bekerja dibawah tekanan orang lain, Dody (31) karyawan swasta salah satu perusahaan di Jombang mencoba membuat usaha sampingan, beternak bebek. Awalnya bebek dititipkan orang lain sementara dia bertahan di tempat pekerjaannya. Beberapa tahun kemudian usaha bebeknya berkembang pesat hingga dia berani meninggalkan pekerjaannya. Kini dia bisa bekerja mandiri dengan omset ratusan juta rupiah perbulan.

 Hampir semua perusahaan biasa menerapkan aturan yang harus diikuti semua karyawan. Namun bagi Dody bekerja dibawah komando orang lain itu tak bisa terus menerus diikuti. Dia pun berinisiatif bekerja mandiri. Sebelum keluar dari perusahaan dia berusaha menyiapkan ladang pekerjaannya sendiri. Pada awal tahun 2007 Dody membeli 100 ekor bebek dan dititipkan orang lain dengan sistem bagi hasil. “Bebek dari saya dan hasil telurnya dibagi dua,” katanya. Bebek yang dibeli itu dipilih yang siap bertelur sehingga dalam waktu singkat segera bisa diketahui hasilnya. Perhitungannya tepat, hasil telurnya lumayan bagus sehingga pada tahun kedua dia bisa membeli lagi sehingga jumlahnya menjadi 500 ekor. Tapi kali ini dia teruji. Seperti layaknya usaha ada kalanya berjalan mulus namun tak jarang pula pada tahapan tertentu menghadapi masalah.   

 Tanpa sepengetahuannya, 500 ekor bebek siap telur itu dijual oleh mitra kerjanya sendiri. Celakanya, hal itu baru diketahui pada 3 bulan akhir tahun kedua. Biasanya, Dody minta laporan dan mengevaluasi perkembangan bebek per tiga bulan sekali. Mitra kerjanya melarikan diri, anak dan istrinya ditinggal begitu saja. Untunglah, istri mitra kerjanya itu mau bertanggung jawab. Istri mitra kerjanya itu bersedia bekerja pada Dody untuk melunasi hutang suaminya dengan cara potong gaji.

 Beberapa saat kemudian Dody merubah sistem usahanya, mempekerjakan orang. Kali ini dia membeli 300 ekor bebek. Tapi karena bebek yang dibeli terlalu muda akhirnya gagal lagi. Sebanyak 250 ekor dijual dan sisanya, 50 ekor diternak sendiri dibelakang rumah. Meski jumlahnya sedikit tapi kali ini hasilnya justru lumayan. Tiap hari 50 ekor bebek itu dapat menghasilkan antara 40-45 butir telur. Penasaran, dia lantas tertantang mengelola lebih serius. Hasil penjualan telur terus dibelikan bebek untuk menambah jumlah ternaknya.  

 Awal tahun 2009, bebek yang dikelola mencapai 1000 ekor. Dan sejak Juli 2009 dia keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan fokus menekuni bisnis bebek. Dengan dukungan keluarga, dia lalu melakukan ekspansi pasar luar daerah melalui jaringan internet. Bebek yang dijual pun kini beragam mulai dari bebek siap bertelur, meri, telur bebek dan bebek usia 60 hari.

Meski bisnis via internet memudahkan pemasaran namun dody juga mengaku jual beli yang didasari tak saling kenal sebelumnya itu rentan penipuan. Jika tak hati-hati bisa tertipu. Seperti pernah dialami, sudah mengirim 1000 ekor bebek tapi tak dibayar sama sekali. Karena itu dia mengingatkan, jualan via online sebaiknya dipastikan lebih dulu uang dari pembeli diterima sebelum barang dikirim. Pun jangan mudah terjebak pembayaran uang muka, sebab berdasar pengalaman juga masih rentan penipuan. “Ada orang yang memakai nama haji tapi nyatanya penipu,” terangnya.

Menurut Dody, usaha ternak bebek saat ini masih terbilang menjanjikan. Data statistik dinas peternakan Jatim, katanya, menunjukkan kebutuhan daging dan telur setiap hari terus mengalami kenaikan. Diantara jenis unggas, bebek termasuk kebal penyakit sehingga resiko kematian kecil. Pakan bebek juga mudah, nasi aking (karak) dan hampir semua sisa makanan dan sayuran. Meski begitu, sebiknya pakan bebek diusahakan yang banyak mengandung sumber protein.

 Dia menjelaskan, jika ingin menjadi pengusaha bebek setidaknya hendaknya memperhatikan tiga hal ; perawatan, pakan dan kandang. Soal harga, peternak malah memiliki posisi tawar yang lebih baik. “Harga tidak terpengaruh kondisi pasar, sebaliknya pasar yang mengikuti harga peternak,” ungkapnya.

 Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, jenis usaha ini juga memperoleh perhatian yang baik dari dinas peternakan seperti membantu mendapatkan pinjaman kredit usaha rakyat. Saat ini bapak dengan satu anak ini mempunyai sekitar 2000 ekor bebek dengan omset berkisar 100 sd 200 juta setiap bulan.

 Untuk memenuhi permintaan luar daerah terutama via pasar online, dia tak segan terus mencari relasi usaha. “Mereka yang kerjanya menetaskan bebek di Jombang dan Mojokerto saya datangi, siapa saja yang jual beli telur juga saya datangi juga untuk menunjang usaha saya. Semakin banyak relasi semakin mudah saya memasarkan,” pungkasnya.* admin

Article source: http://alkautsar.co/?p=1156

Pencarian Dunia
Terapi Sehat Tentrem