Posts Tagged ‘cerita tasawuf’

KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah, adalah salah seorang tokoh tasawuf di Indonesia. Mendirikan Muhammadiyyah dari keyakinan beliau akan Nur Muhammad.

Satu ketika, beliau mengajar Surat Al Ma’un pada murid-muridnya di pesantren.

 

Aro-aitalladzii yukadzibu biddin
“Tahukah engkau orang yang mendustakan agama ?”

Read the rest of this entry »

 

 

Ini bukan kisah imajiner tapi kisah nyata. Terjadi kira – kira akhir 90an. Pengalaman pribadi saya ini seringkali saya jadikan ilustrasi ketika sedang berdialog tentang halal dan haram.

 

Suatu ketika saya ikut rombongan pariwisata dengan tujuan Jakarta, Bogor, Bandung dan lain sebagainya. Acara ini digagas oleh Bapak Dasa’ad Gustaman SH (sekarang Kholifah Shiddiqiyyah) dibawah bendera CV. DASA JAYA (waktu itu masih berkantor di Jl. Brawijaya 52, Surabaya). Rombongan ini terdiri dari karyawan dan karyawati CV. DASA JAYA. Sebelum berangkat saya, oleh Bapak Dasa’ad Gustaman, diperkenalkan dengan seorang bernama Shodiq asal probolinggo. Teman-teman memberitahu saya bahwa Bapak Shodiq ini (40th) adalah seorang yang memiliki pondok pesantren di daerah probolinggo alias seorang kyai. Read the rest of this entry »

Seorang guru sedang berjalan-jalan dengan muridnya. Sang guru terlihat memperhatikan sebuah lampu yang menyala terang.

Guru: Murid, kau lihat lampu itu? Terang sekali ya?

Murid: iya Guru. Itu lampu model terbaru dari perusahaan X.

Guru: itu kira – kira berapa watt ya?

Murid: entah Guru. Tapi, kata iklannya sih, 5 watt lampu jenis itu, terangnya sama dengan 35 watt lampu jenis yang biasa

Guru: hmm.. Hebat juga ya. Lampu itu pake listrik kan?

Murid: (mulai merasa aneh). Iya Guru

Guru: listrik itu ada positif dan negatifnya kan?

Murid: iya Guru.

Guru: seandainya aliran listriknya positif saja, kira – kira lampu itu bisa nyala ndak?

Murid: tidak bisa Guru. Harus positif dan negatif.

Guru: sama seperti hidup ini murid. Jangan pernah berharap hanya memperoleh yang “positif” saja kalau benar – benar ingin hidup. “Negatif” itu sesungguhnya dibutuhkan agar kita bisa bener – benar hidup.

Murid: terima kasih Guru.

 

oleh : Salman

Pencarian Dunia
Terapi Sehat Tentrem