Secara logika matematika aplikasi perhitungan dengan basis nominal yang setara akan menghasilkan nilai mutlak. contohnya 1500 + 1500 = 3000 atau 10.000 – 90.000 = 1000. Jika kita punya uang sekian rupiah, agar bisa mendapatkan jumlah yang lebih banyak lagi haruslah menahan agar uang yang kita punya tidak keluar atau tidak kita belanjakan dan menambah penghasilan, betul ?

Tapi nyatanya ketika kita bershodaqoh, mengeluarkan harta yang kita miliki demi kemanusiaan dan keimanan, justru semakin bertambah nilai harta kita. Ini bukti bahwa shodaqoh itu ajaib. Tapi dimanakah letak keajaibannya, sampai – sampai Rosululloh mencontohkan memberikan seluruh penghasilanya total untuk shodaqoh? Begitu pula para shohabat mulai dari Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khottob, hingga Abdur Rahman bin Auf. Ada rahasia apa di balik ibadah shodaqoh ini ?

Shodaqoh itu Ajaib

  • Shodaqoh bisa mendatangkan keberuntungan dan kemudahan di dunia maupun di akhirat (QS At Taghobun 16 dan QS Al Lail 5 – 8 )
  • Shodaqoh sama halnya memberikan pinjaman kepada Alloh, dan pasti Alloh mengembalikan pinjaman tersebut dengan berlipat ganda (QS Al Baqoroh 245, dan 261, QS Al Hadid 8, QS At Taghobun 17)
  • Shodaqoh bisa menjadi penghalang neraka, “Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, dia berkata : Rosululloh SAW keluar dari tanah lapang pada hari raya qurban atau idul fitri, di dalam nasehatnya kepada manusia, beliau memerintahkan untuk bershodaqoh seraya bersabda, Wahai sekalian manusia bershodaqohlah kalian. Lalu Beliau melewati kaum wanita, seraya bersabda, Wahai kaum wanita bershodaqohlah kalian karena saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalian” (HR Buchari)
  • Shodaqoh adalah sarana untuk membersihkan harta dan menyucikan hati (QS At Taubah 103). Imam An Nawawi Rohimahulloh mengatakan, “membersihkan mereka” adalah membersihkan mereka dari dosa – dosa dan sifat bakhil. Sedangkan “menyucikan mereka” adalah mengangkat derajat mereka kepada derajat mukmin dan mukhlis (Riyadush Sholihin)
  • Dido’akan Malaikat. “Dari Abu Huroiroh ra, Beliau mengatakan, bahwa Rosululloh SAW bersabda, Tiada suatu hari yang dilewati hamba Alloh kecuali ada dua malaikat yang turun, salah satunya berdo’a, Ya Alloh berikanlah ganti kepada seseorang yang dermawan. dan yang satunya lagi berdo’a, Yaa Alloh berikan kehancuran bagi orang yang kikir
  • Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan, malahan Alloh akan menyuburkannya (QS Al Baqoroh 276)
  • Shodaqoh sekecil apapun nilainya tetap besar bagi Alloh. “dari asma ra, Beliau berkata, Saya bertanya kepada Rosululloh, Yaa Rosululloh, saya tidak memiliki harta kecuali apa yang diberikan suamiku Zubair kepadaku, apakah saya juga bershodaqoh ? Beliau menjawab, Bershodaqohlah dan janganlah engkau terlalu memperhatikannya (besar kecilnya nilai shodaqoh) sebab Alloh tetap memberikan perhatianNya kepadamu” (HR Buchari & Ibnu Hibban)
  • Shodaqoh adalah termasuk berjihad dengan harta dan pelakunya akan mendapat derajat tinggi di Sisi Alloh dan termasuk orang – orang yang menang (QS At Taubat 20). Alhamdulillah lebih baik jihad shodaqoh membangun negeri, dan memperhatikan sesama bangsa dari pada mati konyol karena bom bunuh diri
  • Shodaqoh merupakan karakter orang yang bertaqwa dan orang yang ikhsan (QS Ali Imron 133 – 134)
  • Shodaqoh merupakan ciri khas orang yang beriman, dan akan mendapat ampunan (QS Al Anfal 2 – 4)
  • Shodaqoh itu bisa menghindarkan kita dari musibah. “Dari ali ra, Rosululloh bersabda, Segeralah shodaqoh, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi shodaqoh” (Razin, Misykat)
  • Shodaqoh itu dapat meredam murka Alloh sekaligus menghantarkan seseorang untuk memperoleh khusnul khotimah (Hadist dari Anas bin Malik ra riwayat At Tirmidzi & Ibnu Hibban)

Shodaqoh yang Paling Utama

  1. Shodaqoh ketika sehat. “Shodaqoh yang paling utama ialah engkau bershodaqoh ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan berlimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau kataka, Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian” (HR Buchari & Muslim)
  2. Shodaqoh dengan kemampuan maksimal. “Shodaqoh yang paling utama adalah (infak) maksimal orang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu” (HR Abu Dawud). Al Imam Al Baghowi Rohimahulloh berkata, “Hendaknya seseorang memilih untuk bershodaqoh dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya secukupnya karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi ia akan menyesal atas apa yang ia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh hartanya) sehingga merusak pahala. Shodaqoh dan bekecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia”. Rosululloh tidak mengingkari Abu Bakar ra yang menyodaqohkan seluruh hartanya, karena Rosululloh tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar beserta kebenaran tawakkalnya, sehingga Beliau tidak khawatir fitnah fakir menimpa Abu Bakar ra
  3. Tidak menyebut – nyebut atau menyakiti perasaan penerima shodaqoh (QS Al Baqoroh 264)

Tujuan Shodaqoh yang Utama

  • Mengagungkan kelahiran Rosululloh Muhammad SAW
  • Bersyukur atas nikmat kehidupan dan nikmat wujud manusia
  • Semua atas Lillahi Ta’ala

kutipan Mauidhoh Hasanah, Al Mukarom Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi Al Mujtaba

Karena diantara tujuan berdirinya Negara ini untuk memajukan kesejahteraan umum. Baca tujuan negara di alenia 4. Untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,  untuk melindungi tumpah darah Indonesia, untuk memakmurkan kesejahteraan umum, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia dengan dasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Oleh karena diantara tujuan itu maka saya anjurkan menurut kemampuan kita, bangunkanlah rumah layak huni. Masak sudah 65 tahun merdeka tapi rumahnya masih banyak yang reot.

 

* mengenai Pembangunan Rumah Layak Huni bisa dilihat di www.opshid.org

Untuk lebih jelasnya silahkan datang ke acara yang di asuh oleh Ustadz Dasaad Gustaman, yakni Dzikir Pengobatan Qolbu, Gedung Jamiatul Mudzakkirin Baabur Rizqi, Jl. Gunungsari 106, Surabaya setiap Selasa malam Rabu

Leave a Reply

Pencarian Dunia
Terapi Sehat Tentrem