Archive for the ‘Syukur Terhadap Diri Sendiri’ Category

Manusia tercipta sebagai makhluk yang bhinneka tunggal ika. Menurut pendapat Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi, Bhinneka Tunggal Ika memiliki kandungan makna yang sangat luas dan mendalam. Jauh lebih luas dan lebih dalam dari apa yang dilambangkan dalam Garuda Pancasila. Dalam QS Furqon disebutkan “dan Alloh menjadikan segala sesuatu

  1. Alloh menjadikan segala alam dan isinya macam – macam rupa. Ada jin, ada manusia, ada syaithon, ada malaikat, ada pohon, ada hewan, ada matahari, ada lautan, dan lain sebagainya. Meskipun semua berbeda (Bhinneka) tetapi tetap satu yakni Makhluk Alloh (Tunggal Ika)
  2. Alloh Ta’ala menjadikan batu, emas, perak, tembaga, intan, berlian, tanah, dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam benda (Tunggal Ika)
  3. Alloh Ta’ala menjadikan pohon jati, pohon mangga, padi, jagung, pohon pepaya, ganggang laut, plankton dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam tumbuhan (Tunggal Ika)
  4. Alloh Ta’ala menjadikan gajah, singa, monyet, cacing, bakteri, kepiting, ikan, dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam hayawan (Tunggal Ika)
  5. Setiap tumbuhan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada akar, batang, daun, kambium, bunga, buah, klorofil, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut pohon (Tunggal Ika)
  6. Setiap hewan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada bulu, kulit, daging, darah, otot, tulang, otak, mata, jantung, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut hewan (Tunggal Ika)
  7. Setiap manusia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada bulu, kulit, daging, darah, otot, tulang, otak, mata, jantung, paru – paru, hati, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut manusia (Tunggal Ika)

(hukum dan hikmah dalam perintah agama)

Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk mencapai tujuannya. Itulah sebabnya, manusia berinteraksi dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Dalam berinteraksi itulah kemudian timbul namanya Etiket. Read the rest of this entry »

Tidak terasa saya sudah seminggu ya di Kabul. Disini selain saya, ada 3 orang lagi orang Indonesia di perusahaan tempat saya bekerja. Seorang lagi ada warga / simpatisan, yang bekerja untuk PBB di sini.

Menjelang makan siang, saya sempatkan keluar jalan kaki sekitar kantor, cari tempat afdruk foto untuk keperluan ijin tinggal dan ijin kerja di Afghanistan. Tanya kanan kiri, eh jalan terus nyasar sampai bunderan di ujung Wazir Akbar. Perasaan saya gak enak, ini pasti nyasar, maka saya putar balik dan akhirnya justru nemu tempat cetak foto dekat kantor. Apesnya, listrik pas lagi mati dan dia gak bisa cetak. Udah gitu terjebak oleh badai debu. Alhamdulillah kramas debu.

Eh, jam 13:45 ada suara bum bum bum, pas ketemu sama CEO nya. Usai ketemu saya ke rooftop, ke mushola. Usai sholat saya lihat ada beberapa staf dan tentara yang jaga di roof top nunjuk nunjuk satu arah, dan ada yang lari bawa kamera DSLR yang pakai tele. Oooh, ternyata mau motret tentara Taliban yang lagi nembakin RPG dan roket dari bangunan bertingkat tinggi yang kosong. Walah.

Di bawah, staf saya yang ibu – ibu, Zoorqhana, mohon ijin pulang duluan dan mau jemput bayinya yang di nursery. Saya panggil semua staf, dan kasih tahu safety first dan saya persilakan pulang. Gak lama muncul Zhoorqana sambil bawa anaknya. Read the rest of this entry »

 

Yin dan Yang

Panas Dingin,

Baik Buruk,

Cantik Jelek,

Pintar Bodoh

Tinggi Rendah,

Besar Kecil,

 

Keseimbangan, digambarkan di dalam filsafat cina sebuah lingkaran. Lingkaran yang dibagi dua, yang satu berwarna putih, yang satu berwarna hitam. Di dalam bagian yang berwarna putih ada bulatan kecil berwarna hitam. Di bagian dalam yang berwarna hitam, ada bulatan kecil berwarna putih.

 

Lingkaran itu ibarat dunia ini, terdiri dari hal-hal yang bersifat dua Read the rest of this entry »

Pencarian Dunia
Terapi Sehat Tentrem