Archive for the ‘Cerita Hikmah’ Category

kisah setengah fiktif, dari rekan saya, seorang customer service man, perusahaan internet service provider.

Seorang expat komplain, bahwa internetnya putus selama tiga hari, dan si rekan dengan sigap menjawab, bahwa akan segera di perbaiki.

Esoknya dengan bangga si rekan menelpon si bule, bahwa sambungan sudah oke, si bule bilang terimakasih atas responnya dan menanyakan, apa kompensasi atas tiga hari putus sambungan, si rekan tentu aja kaget, merasa udah kerja baik, di perbaiki segera, koq masih minta ganti rugi, untung si rekan itu pandai menjawab, dia bilang kalau ndak ada ganti rugi.

Si bule lantas bilang, kalo perusahaan rekan saya ini udah mencuri, dengan tidak memberikan apa yang menjadi haknya, dan juga tidak berusaha mengganti apa yang tidak sengaja di ambil dari orang lain.

Si rekan ngotot, dan mengatakan, bahwa tak ada dalam perjanjian pasal ganti rugi, meski dia menyadari bahwa apa yang di sampaikan si bule beralasan. Si bule bilang, kalau begitu perjanjiannya adalah tidak adil, dan tidak adil adalah kezaliman.

Teman saya terpana, di tengah hobinya membaca ayat ayat suci, di tengah teriakannya menyerukan keadilan, di tengah tutur katanya yang selalu terselip ayat Qur’an, tak disangkanya bahwa dia terlibat dalam persekongkolan, untuk mengakali orang lain.

Tak salah ketika Gusti Allah bilang, bahwa ayat ayatnya ada di muka bumi. Kebenaran ayat ayat, bahwa manusia adalah tempat nya kesalahan, bahwa para Nabi yang maksum sekalipun, tetap meminta ampunan, dan mungkin juga kita, yang sering tanpa sadar berbuat dosa, yang bahkan untuk mengingat, dosa kita yang manapun tak mampu.

Si teman merasa, bahwa hijab akan cakrawala baru membuka, dan permohonan ampunan, akan dosa besar kecil, terlihat maupun tidak, dulu sekarang, lahir dan batin, tak lagi menjadi ritual hafalan sehari hari lagi

people talking without speaking, people hearing without listening” (Sound of Silence, Paul Simon and Art Garfunkel, The Graduates”)

salam manis,

pranoto

Pencarian berkaitan:

  • www ceritahikmah
  • cakrawala agung shiddiqiyyah

Terkisah, suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab dalam peperangan melawan musuh bersiap untuk melakukan sabetan terakhir guna menyudahi lawannya yang sudah kepepet. Sang lawan kemudian meludahi muka Umar sehingga membangkitkan amarah Umar. Mendapat perlakuan begitu, Umar menjadi merah padam mukanya. Apa yang terjadi? Read the rest of this entry »

Pencarian berkaitan:

  • kyai mochtar mukti
  • sejarah kyai muhtar mukhti
  • zikir kyai muchammad muchtar muthi 4shared
  • kyai muchammad muchtar mu'thi
  • Kyai Muchtar Mu’thi

Berkata Syeikh Nawawi Al Bantan dalam sebuah kitabnya,
Dihikayatkan dari Imam Abdullah bin Mubarak, seorang sufi yang terkemuka, beliau berkata:

“Pada waktu aku melakukan ibadah haji, tatkala aku berada di Hijr Ismail rasa kantukku tak tertahan sehingga aku pun tertidur.

Dalam tidur itu, aku mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, lalu Beliau berkata kepadaku “ Wahai Ibnul Mubarak, kalau kamu nanti pulang ke Baghdad carilah kampung kaza (anu), cari orang yang namanya Bahram, dia beragama Majusi, sampaikan salamku kepadanya. Katakan bahwa Alloh telah meridloinya.”

Lalu aku terbangun, aku berkata, La haula wala Quwwata ila billahil aliyil azhim. Ini mimpi dari setan. Read the rest of this entry »

Pencarian berkaitan:

  • abdullah ibnu mubarak
  • mengubah musuh menjadi pacar