Archive for February, 2012
Sesungguhnya agama Islam itu adalah agama yang sangat toleransi terhadap agama lain, menghargai agama lain seperti agama Hindu, Budha, Kristen dll. Rosululloh ketika Hijrah ke Madinah, yang dilakukan selain mempersatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshor, juga segera mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum Yahudi dan Nashroni untuk sepakat hidup berdampingan dengan agama masing – masing.
Dalam Al Qur’an surat Al Kafirun disebutkan, “lakum dinukum waliyadin”. Artinya : bagimu silahkan memeluk agamamu masing-masing, dan bagiku akupun memeluk agama yang aku yakini.
Demikian pula di dalam memperjuangkan dakwah Islam kepada orang lain, kita dilarang memaksa-maksa, menekan-nekan, apalagi dengan kekerasan dan kebrutalan. Itu dilarang oleh Alloh. Tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 256,
“La ikroha fiddin qod tabayyanarrusdu minal ghoyyi”
artinya
“Tidak boleh ada paksaan di dalam (memasuki) agama Islam. Sungguh telah jelas petunjuk-petunjuk yang benar dari jalan yang salah”
Melihat ayat di atas jelas kita tidak boleh memaksa orang lain masuk agama Islam. Mereka masuk agama Islam harus dari kesadaran mereka sendiri. Alloh telah memberikan petunjuk ke jalan yang benar, namun manusia diberi kebebasan untuk memilih agamanya masing-masing. Kenapa demikian? Read the rest of this entry »
Pencarian berkaitan:
- wajadilhum billati hiya ahsan
- dakwah islam tentang cinta
- lakum dinukum waliyadin artinya
- udu ila sabili
- pengobatan dzikir cinta
Manusia tercipta sebagai makhluk yang bhinneka tunggal ika. Menurut pendapat Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi, Bhinneka Tunggal Ika memiliki kandungan makna yang sangat luas dan mendalam. Jauh lebih luas dan lebih dalam dari apa yang dilambangkan dalam Garuda Pancasila. Dalam QS Furqon disebutkan “dan Alloh menjadikan segala sesuatu”
- Alloh menjadikan segala alam dan isinya macam – macam rupa. Ada jin, ada manusia, ada syaithon, ada malaikat, ada pohon, ada hewan, ada matahari, ada lautan, dan lain sebagainya. Meskipun semua berbeda (Bhinneka) tetapi tetap satu yakni Makhluk Alloh (Tunggal Ika)
- Alloh Ta’ala menjadikan batu, emas, perak, tembaga, intan, berlian, tanah, dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam benda (Tunggal Ika)
- Alloh Ta’ala menjadikan pohon jati, pohon mangga, padi, jagung, pohon pepaya, ganggang laut, plankton dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam tumbuhan (Tunggal Ika)
- Alloh Ta’ala menjadikan gajah, singa, monyet, cacing, bakteri, kepiting, ikan, dan bermacam – macam lainnya (Bhinneka) yang semuanya itu adalah satu, yakni alam hayawan (Tunggal Ika)
- Setiap tumbuhan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada akar, batang, daun, kambium, bunga, buah, klorofil, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut pohon (Tunggal Ika)
- Setiap hewan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada bulu, kulit, daging, darah, otot, tulang, otak, mata, jantung, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut hewan (Tunggal Ika)
- Setiap manusia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ada bulu, kulit, daging, darah, otot, tulang, otak, mata, jantung, paru – paru, hati, meskipun berbeda (Bhinneka) tetap saja disebut manusia (Tunggal Ika)
(hukum dan hikmah dalam perintah agama)
Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk mencapai tujuannya. Itulah sebabnya, manusia berinteraksi dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Dalam berinteraksi itulah kemudian timbul namanya Etiket. Read the rest of this entry »
Pencarian berkaitan:
- adab pergaulan
- walana amaluna walakum amalukum
- farihin artinya
- innahu laa yuhibbu mustakbirin
- apa arti amalukum dan amalukum
kisah setengah fiktif, dari rekan saya, seorang customer service man, perusahaan internet service provider.
Seorang expat komplain, bahwa internetnya putus selama tiga hari, dan si rekan dengan sigap menjawab, bahwa akan segera di perbaiki.
Esoknya dengan bangga si rekan menelpon si bule, bahwa sambungan sudah oke, si bule bilang terimakasih atas responnya dan menanyakan, apa kompensasi atas tiga hari putus sambungan, si rekan tentu aja kaget, merasa udah kerja baik, di perbaiki segera, koq masih minta ganti rugi, untung si rekan itu pandai menjawab, dia bilang kalau ndak ada ganti rugi.
Si bule lantas bilang, kalo perusahaan rekan saya ini udah mencuri, dengan tidak memberikan apa yang menjadi haknya, dan juga tidak berusaha mengganti apa yang tidak sengaja di ambil dari orang lain.
Si rekan ngotot, dan mengatakan, bahwa tak ada dalam perjanjian pasal ganti rugi, meski dia menyadari bahwa apa yang di sampaikan si bule beralasan. Si bule bilang, kalau begitu perjanjiannya adalah tidak adil, dan tidak adil adalah kezaliman.
Teman saya terpana, di tengah hobinya membaca ayat ayat suci, di tengah teriakannya menyerukan keadilan, di tengah tutur katanya yang selalu terselip ayat Qur’an, tak disangkanya bahwa dia terlibat dalam persekongkolan, untuk mengakali orang lain.
Tak salah ketika Gusti Allah bilang, bahwa ayat ayatnya ada di muka bumi. Kebenaran ayat ayat, bahwa manusia adalah tempat nya kesalahan, bahwa para Nabi yang maksum sekalipun, tetap meminta ampunan, dan mungkin juga kita, yang sering tanpa sadar berbuat dosa, yang bahkan untuk mengingat, dosa kita yang manapun tak mampu.
Si teman merasa, bahwa hijab akan cakrawala baru membuka, dan permohonan ampunan, akan dosa besar kecil, terlihat maupun tidak, dulu sekarang, lahir dan batin, tak lagi menjadi ritual hafalan sehari hari lagi
“people talking without speaking, people hearing without listening” (Sound of Silence, Paul Simon and Art Garfunkel, The Graduates”)
salam manis,
pranoto
Pencarian berkaitan:
- www ceritahikmah
- cakrawala agung shiddiqiyyah